Minggu, 24 Desember 2017

Cara Mengatasi Malware Loapi Yang Menyerang Smartphone

Malware yang satu ini bisa dibilang malware yang cukup bandel, malware loapi akan selalu memaksa pengguna untuk memberikan akses administrator agar dapat terinstal kedalam smartphone anda. Bukan hanya itu saja, malware ini juga akan menyembunyikan segala aktifitasnya agar tidak dapat termonitor oleh pengguna.
Tanda - Tanda Smartphone Anda Terjangkiti Loapi

1. Performa Android Menurun Drastis
Setelah loapi mendapat akses untuk masuk kedalam android anda, maka itu waktu dimana loapi akan bekerja sesuai dengan program pembuatnya, lalu apa saja yang akan dilakukan Loapi di smartphone anda, berikut kerja Loapi yang membuat performe smartphone anda menurun :

  • Menambang virtual currency
  • Membuka banyak browser dan menampilkan iklan
  • Menyisipkan iklan di area notifikasi
  • Memasang relay untuk relay trafiik
2. Penggunaan Paket Data Membengkak
Selain kegiatan di atas Loapi juga mampu membuat paket data anda membengkak tanpa anda sadari, dengan kemampuan :
  • Mendownload dan instal aplikasi lain
  • Meluncurkan serangan DDoS
  • Berinteraksi dengan layanan SMS premium berbayar di ponsel tanpa anda ketahui
  • Merayapi halaman web
Hal-hal tersebut akan membuat paket data anda terkuras tanpa betul-betul anda sadari.

3. Membuat Battry Smartphone Anda Rusak
Point ke-tiga ini merupakan dampak langsung dari kegiatan Loapi pada point diatas terhadap fisik sebuat smartphone, Loapi memaksa ponsel bekerja keras dan memaksimalkan semua sumber daya yang ada di smartphone anda. Di mana hal tersebut mengakibatkan battry smartphone anda membengkak dalam waktu 2 hari setelah terinfeksi malware loapi.

Cara Melindungi Android dari Malware

Memang sulit untuk mengetahui apakah dalam sebuah file yang kita unduh atau simpan di ponsel tak mengandung malware. Namun, beberapa malware mengganggu pengguna smartphone dengan membuat baterai ponsel jadi cepat habis atau sering menampilkan iklan. Sementara, malware lainnya diam-diam mencuri data pengguna.

Ada beberapa cara untuk melindungi smartphone dari malware. Pertama dengan memasang aplikasi anti-malware. Meskipun ada perdebatan keefektifan penggunaan aplikasi anti-virus, namun lebih baik kamu mencoba menghindari malware dengan memasang anti-virus atau anti-malware.


Jalankan tips berikut ini :
- Matikan pengaturan yang memungkinkan smartphone kamu memasang aplikasi dari luar Play Store. Caranya dengan masuk ke Security Setting, kemudian jangan izinkan peng-install-an aplikasi dari sumber yang tak jelas.
- Perbarui aplikasi setelah update-nya tersedia di Google Play. Biasanya, setiap aplikasi menyediakan update, mereka disertai dengan peningkatan keamanan dan perlindungan terhadap data penggunanya.
- Periksa seluruh izin aplikasi sebelum kamu mengunduhnya. Jika izin tak berkaitan dengan aplikasi tersebut, carilah aplikasi lain untuk diunduh.
- Saat memakai Wi-Fi umum, gunakan VPN untuk melindungi data kamu.

Mendeteksi Malware, Adware, dan Virus di Android

Jika smartphone kamu kinerjanya mendadak jadi lemot atau baterainya cepat terkuras, mungkin Android kamu diserang malware atau virus. Nah, jika ponsel terus memunculkan iklan pop-up, mungkin itu adalah bentuk serangan adware.

Kamu bisa memasang anti-virus untuk mendeteksi dan mengidentifikasi malware maupun virus. Nah, jika banner iklan bermunculan di atas aplikasi kamu, cukup mudah untuk mengetahui jenis adware yang menyerang, terutama jika ponsel kamu menjalankan Android 7.0 Marshmallow, caranya:

- Pada Setting, carilah Apps for Draw, kamudian kamu akan menemukan daftar aplikasi yang memiliki izin untuk berjalan di atas aplikasi lain.
- Kemudian, jangan izinkan aplikasi mencurigakan itu berjalan di aplikasi lainnya. Kamu juga bisa menghapus aplikasi mencurigakan tersebut.


Cara Menghapus Malware dari Android

Jika sebuah aplikasi bersifat mencurigakan, kamu bisa menghapus aplikasi tersebut. Namun, tetap gunakan anti-virus untuk mencegah, mendeteksi, dan menghapuskan ancaman.

Pertama kamu bisa meng-uninstall aplikasi yang dianggap mencurigakan, jika tak bisa di-uninstall karena aplikasi itu memiliki administrator rights, kamu bisa hapus dulu administrator rights tersebut dengan cara:

- Masuk ke Setting, pilih Security dan lihat bagian Device Administrator. Kamu akan melihat menu Android Device Manager di daftar tersebut.
- Kamu bisa mancabut izin administrator rights pada aplikasi yang tak bisa dihapus. Setelah izinnya dicabut, aplikasi mencurigakan itu bisa dihapus.

Selanjutnya, kamu bisa melakukan pengujian apakah langkah yang telah dilakukan berhasil. Caranya dengan restart Android, setelah smartphone menyala, kamu bisa melihat apakah kinerjanya sudah normal kembali.

Jika masih ada masalah coba pakai sebuah aplikasi anti-virus. Jika memang ada virus dan berhasil dideteksi dan dihapus oleh anti-virus, artinya smartphone kamu bisa baik-baik saja.

Tidak ada komentar:
Write komentar